Skip to main content

Posts

SORE BERSAMA SOSOREAN SOK SERIUS

SORE BERSAMA SOSOREAN SOK SERIUS Di saat mahasiswa lain tengah bersenggama dengan telepon pintarnya, atau membicarakan persoalan kaos kaki yang baiknya dipakai di bawah mata kaki agar terlihat trendi, atau pula menyembah gadis pujaannya di selasar gedung-gedung kampus, mereka duduk membicarakan persoalan yang cukup serius; yakni dalam sebuah diskusi yang diberi nama Sosorean Sok Serius. Jika dilihat dari kejauhan mereka memang tak ada bedanya dengan sekumpulan mahasiswa pecinta tembakau yang kerjaan hanya mengepul asap di udara secara berjamaah, tapi jika kau mendekat barang dua meter saja, kepalamu akan dipaksa berpikir keras untuk mengunyah setiap kata-kata yang lahir dari mulut mereka.             Sosorean Sok Serius berangkat dari keresahan beberapa mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (kini dipecah menjadi Prodi Sastra dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia), yang merasa bahwa pentingnya membahas isu-isu dalam d...

MUSABAB KEMATIAN UNTUK SEBUAH KEBETULAN

MUSABAB KEMATIAN UNTUK SEBUAH KEBETULAN Oleh Sukindar Putera Tumpal Marudut ternganga-nganga ketika Lasma ibunya lewat sambil membakul sebuah keranjang cucian, matanya melotot sebagaimana menyaksikan malaikat pencabut nyawa yang sedang menertawakan dirinya karena sebuah kematian. Dari kerongkongannya terdengar suara mengerikan bak sapi kurban yang baru saja digorok lehernya. Mukanya membiru, urat lehernya keluar membentuk akar serabut. Lima menit kemudian Tumpal Marudut mati, berbarengan dengan jeritan Lasma yang melengking. ***             Segerombol lalat malangmelintang di seonggok taik anjing yang masih hangat, kepakan sayap mereka yang berbarengan membentuk suara berdengung yang cukup mengganggu. Satu di antaranya yang tubuhnya lebih kecil dibanding yang lain tidak kebagian tempat, hanya sesekali menyentuh permukaan taik lalu didepak oleh lalat yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya sampai ketika seorang manu...

Kepada Siapa Kamu Harus Membagi Cinta

Sebetulnya tulisan ini ada di  projomblo.com , sengaja gue taro sini biar ngisi aja. Dari pada berdebu ini blog huehehe. Selamat membaca :) Cinta tidak melulu tentang kisah romantis cengeng, manis pahitnya suatu hubungan, atau kisah patah hati yang tak berujung. Percayalah, cinta tidak sesempit dan semenyedihkan itu. Tidak ada batasan yang jelas kepada siapa kamu harus menaruh cinta, bahkan kepada seonggok kerikil sekalipun. Jika boleh saya analogikan, cinta itu bak sebuah teknologi canggih. Mungkin kalian sudah paham betul; jika kita memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi, maka dengan mudah kita tahu kapan dan bagaimana cara untuk menggunakan teknologi tersebut. Tapi sebaliknya, jika kamu miskin akan pemahaman maka jangan salahkan saya bila mengatakan kamu telah diperbudak olehnya. Lalu bagaimana agar kita bisa memahami cintah seutuhnya ? Tidak rumit tapi juga tidak mudah. Ibarat ada seorang bocah menghabiskan waktunya seharian hanya untuk bermain  game...

Edisi kangen Tembok - Geger Bentang

MALAM EMOSIONAL

Setiap langkah yang saya ikhlaskan tidak membuat hati saya tenang, melainkan teringat akan tanggung jawab yang kian gugur seutas demi seutas. Saya menghadap timur, mempertemukan kening saya dengan ubin rumah. Berharap dengan ini Tuhan dapat mengetahui isi kepala saya, dan membasuh segala jenis elemen najis yang ditolak di tanah kekal nanti. Lalu pagi harinya saya bangkit, menoleh ke arah barat. Sekedar memastikan matahari tidak timbul dari arah sana. Saya hanya takut, segala yang telah saya rusak tak sempat diperbaiki dengan tangan saya sendiri. Setelahnya baru saya menangis. Tidak tahu harus mulai dari mana. Terlalu rumit, semua tampak kusut untuk ditanggulangi. Saya semakin ciut. Semakin menatap muka mereka, semakin mengecil tubuh saya di hadapannya. Malu. Demi Tuhan, saya malu dengan mulut saya, pikiran, tangan, dan segala aspek yang membuat saya berlagak bijak, wibawa, paling benar, dan menjadikan saya seperti mesin pemecah masalah. Maaf beribu maaf. Saya miskin, jiwa saya...

AKU KALUT !

Malam hari, pikirannya kalut. Tidak ada yang akan membuatnya lebih baik selain merokok. Tapi ia tidak bisa, sebuah infeksi saluran pernapasan yang diidapnya membuatnya tidak boleh merokok lagi. Ia dilema. Tangannya basah. Sedari tadi mondar mandir di depan rak bukunya. Mungkin tak apa jika hanya sebatang, pikirnya. Tapi sekelebat ia membantah, lalu mengamini lagi. Demi dewa langit, tak apa jika hanya sebatang ! ia menghardik dirinya sendiri dalam hati. Ia ambil sebatang rokok sisaan yang ia sembunyikan di antara buku-buku itu. Ia menuju keluar, duduk di kursi plastik reyot di balkon rumahnya. Ia menyalakan korek, dibakarnya rokok itu dengan khidmat. Tembakau kering itu meletek seiring bersentuhan dengan api, lalu dihisapnya dalam-dalam. Ia mendesis, membiarkan asapnya masuk menjalar ke seluruh rongga paru-parunya. Nikmat, katanya. Lalu perlahan-lahan ia hembuskan asap yang sudah merasuki tubuhnya, berupa gumpalan yang menyerupai awan kecil. Sedikit demi sedikit, hingga keluar seutuhn...

DUA ALASAN UNTUK "MENCINTAI" SESEORANG

Sedikit meminjam istilah Eka Kurniawan dari novelnya yang berjudul  Cantik Itu Luka , yakni kurang lebih ia berkata bahwa ada dua alasan untuk mencintai seseorang; yang pertama cinta karena ingin  memiliki , yang kedua cinta karena ingin menyetubuhinya . Sebuah gagasan sederhana namun amat merefleksikan keadaan masyarakat dewasa ini. Bagaimanapun apa yang saya kutip di atas itu, sebetulnya merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Misalnya pada kasus pertama,  seseorang tentu saja punya rasa ingin memiliki terhadap orang yang ia cintai . Lalu pada kasus kedua, mencintai seseorang dengan memilikinya tentu saja berujung pada sebuah wadah untuk pemuas hasrat seksual seorang manusia .  Nah!  Di sinilah yang perlu digaris bawahi teman-teman. Sebagai contoh sebuah fenomena menarik yakni pacaran, yang kini lebih banyak berperan sebagai dalih untuk melakukan seks ataupun hal-hal pemuas nafsu seksual. Terbukti dengan meningkatnya remaja seks pra-nikah tiap t...