Skip to main content

Posts

POHON DAN KEHIDUPAN SETELAH MATI

Pohon dan Kehidupan setelah mati Oleh Sukindar Putera Kira-kira tak lama setelah subuh berkumandang dari corong masjid, aku terbangun. Bukan karena alarm atau apa, tapi karena tetanggaku yang gemar menyalak seperti anjing. Ia membangunkan anaknya seperti orang kesurupan, dengan jarak sekitar duapuluh meter dari kamarku, aku masih dapat mendengar suara sabetan sapu lidi yang kupikir diarahkan kepada anaknya. Bukannya apa-apa, masalahnya anaknya yang dipukuli itu adalah sahabatku, Jul. Ini benar-benar gila, demi Tuhan, jeritannya membuatku sakit kepala. Kengerian ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Sialnya, meski kami merasakan hal yang sama, tak ada yang berani menegur tetanggaku itu. Sebab orang tua Jul adalah anak dari orang yang pernah berpengaruh di lingkungan ini. Dan orang itu, atau neneknya Jul, kerap dijuluki sebagai orang pintar oleh tetanggaku yang lain. Kalau sudah begini mau tak mau aku harus bangun. Dan biasanya pagi-pagi seperti ini, aku menyira...

ALTERNATIF DARI ISI KEPALA YANG BUNTU

ALTERNATIF DARI ISI KEPALA YANG BUNTU Oleh Sukindar Putera “Kau sudah bisa mengirimnya minggu ini?” Untuk kesekian kalinya, kawanku redaktur di salah satu media cetak menelpon. “Itu-” jawabku sedikit tersendat “-bagaimana kalau minggu depan? Ada saudaraku yang meninggal tertabrak kereta tadi pagi.” Sempat beberapa detik lengang, akhirnya ia kembali berbicara “Astaga. Baiklah, minggu depan kutunggu tulisanmu. Ohya turut berduka atas saudaramu itu, tentu saja itu adalah kematian yang tak diinginkan siapapun, semoga keluarganya diberi ketabahan,” setelah kami mengucap amin bersama-sama ia menutup telponnya. “Siapa yang kau maksud meninggal tertabrak kereta?” Isteriku yang sedang membaca buku masak favoritnya tiba-tiba berbicara. “Tak apa, lupakan saja. Bagaimana, sudah tahu cara mengolah cumi dengan saus tintanya?” Aku mencoba membelotkan pembicaraan. “Jangan bercanda, ini majalah kecantikan yang kubeli tadi pagi.” Malam ini aku tidak bisa tidur. Selain ...

SORE BERSAMA SOSOREAN SOK SERIUS

SORE BERSAMA SOSOREAN SOK SERIUS Di saat mahasiswa lain tengah bersenggama dengan telepon pintarnya, atau membicarakan persoalan kaos kaki yang baiknya dipakai di bawah mata kaki agar terlihat trendi, atau pula menyembah gadis pujaannya di selasar gedung-gedung kampus, mereka duduk membicarakan persoalan yang cukup serius; yakni dalam sebuah diskusi yang diberi nama Sosorean Sok Serius. Jika dilihat dari kejauhan mereka memang tak ada bedanya dengan sekumpulan mahasiswa pecinta tembakau yang kerjaan hanya mengepul asap di udara secara berjamaah, tapi jika kau mendekat barang dua meter saja, kepalamu akan dipaksa berpikir keras untuk mengunyah setiap kata-kata yang lahir dari mulut mereka.             Sosorean Sok Serius berangkat dari keresahan beberapa mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (kini dipecah menjadi Prodi Sastra dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia), yang merasa bahwa pentingnya membahas isu-isu dalam d...

MUSABAB KEMATIAN UNTUK SEBUAH KEBETULAN

MUSABAB KEMATIAN UNTUK SEBUAH KEBETULAN Oleh Sukindar Putera Tumpal Marudut ternganga-nganga ketika Lasma ibunya lewat sambil membakul sebuah keranjang cucian, matanya melotot sebagaimana menyaksikan malaikat pencabut nyawa yang sedang menertawakan dirinya karena sebuah kematian. Dari kerongkongannya terdengar suara mengerikan bak sapi kurban yang baru saja digorok lehernya. Mukanya membiru, urat lehernya keluar membentuk akar serabut. Lima menit kemudian Tumpal Marudut mati, berbarengan dengan jeritan Lasma yang melengking. ***             Segerombol lalat malangmelintang di seonggok taik anjing yang masih hangat, kepakan sayap mereka yang berbarengan membentuk suara berdengung yang cukup mengganggu. Satu di antaranya yang tubuhnya lebih kecil dibanding yang lain tidak kebagian tempat, hanya sesekali menyentuh permukaan taik lalu didepak oleh lalat yang lebih besar lagi. Begitu seterusnya sampai ketika seorang manu...

Kepada Siapa Kamu Harus Membagi Cinta

Sebetulnya tulisan ini ada di  projomblo.com , sengaja gue taro sini biar ngisi aja. Dari pada berdebu ini blog huehehe. Selamat membaca :) Cinta tidak melulu tentang kisah romantis cengeng, manis pahitnya suatu hubungan, atau kisah patah hati yang tak berujung. Percayalah, cinta tidak sesempit dan semenyedihkan itu. Tidak ada batasan yang jelas kepada siapa kamu harus menaruh cinta, bahkan kepada seonggok kerikil sekalipun. Jika boleh saya analogikan, cinta itu bak sebuah teknologi canggih. Mungkin kalian sudah paham betul; jika kita memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi, maka dengan mudah kita tahu kapan dan bagaimana cara untuk menggunakan teknologi tersebut. Tapi sebaliknya, jika kamu miskin akan pemahaman maka jangan salahkan saya bila mengatakan kamu telah diperbudak olehnya. Lalu bagaimana agar kita bisa memahami cintah seutuhnya ? Tidak rumit tapi juga tidak mudah. Ibarat ada seorang bocah menghabiskan waktunya seharian hanya untuk bermain  game...