Skip to main content

Kamu : yang hidup dan membuat kepalaku berkerak.

Kamu : yang hidup dan membuat kepalaku berkerak.

Seperti kemarin, Kamu bermain-main di mimpiku.
Berjingkrak, tertawa seceria burung pelatuk sehabis melubangi pohon kenari.
Menggergaji setiap kenangan itu, dan menebarnya ke seantero tempurung kepala.
Lalu menginjak-injaknya selayak kardus bekas, menciptakan jiplakan kaki kecilmu di sana.

Aku membangunkan diriku, tak ingin mengetahui itu sebenarnya.
Tapi, ternyata Kamu masih ada di sana.
Berputar, menari secantik ular gurun.
Kini kepalaku berkerak, atas apa yang pernah kau berikan.

Rasanya seperti vertigo, tapi bukan. Atau mungkin tumor, itu apalagi.
Tapi. Tak apa. Aku rela menimangmu sambil memikul neraka. Terbang bebas dengan sayap yang patah. Berdegup dengan jantung yang mencuat. Dan menghembus, bernafas melalui pori-pori.

Demi Tuhan, tak apa.

Kalau mau tahu, sebetulnya yang kupelihara di kepalaku adalah Kamu yang palsu. Karena kamu terkalu sibuk berada di kepala orang lain, dan kepalamu tanpa pamrih menyimpan siapapun kecuali aku. Entah kenapa. Sama seperti memprediksi bagaimana dunia ini berakhir.

Comments

Popular posts from this blog

Lucid Dream

LUCID DREAM : KESADARAN DALAM MIMPI    Apa sih yang lo tau tentang mimpi? mungkin jawaban dari beberapa orang kalo mimpi ini sesuatu fenomena yang lo dapet ketika tidur. Ya bener, lo gasalah. atau bahkan ada yang bilang itu indra ke 6. Ya bener, lo beneran giting. Tapi gua disini gamau permasalahin itu, gue disini mau sharing tentang LUCID DREAM .   Mungkin sebagian dari lo banyak yang gak tau tentang ini. Bagi lo yang gak tau, lo termasuk orang yang menyesal men. sebab tuhan menciptakan otak manusia itu luar biasa, sayang kalo lo gak gunain sebaik-baiknya. Hidup cuman sekali, hargailah setiap detik lo hidup untuk mempelajar/mengetahui hal yang baru. Pernah gak sih lo ngerasain mimpi yang begitu jelas? kaya mimpi dikejar setan, atau bahkan mimpi basah  ketemu orang yang bener-bener lo sayang. Sampe-sampe lo bilang "anjir kok nyata banget", "anjir gue bisa ngendaliin mimpi", "anjir padahal bentar lagi keluar"eh .  Ya pokoknya gitu deh, itu semua be...

AKU KALUT !

Malam hari, pikirannya kalut. Tidak ada yang akan membuatnya lebih baik selain merokok. Tapi ia tidak bisa, sebuah infeksi saluran pernapasan yang diidapnya membuatnya tidak boleh merokok lagi. Ia dilema. Tangannya basah. Sedari tadi mondar mandir di depan rak bukunya. Mungkin tak apa jika hanya sebatang, pikirnya. Tapi sekelebat ia membantah, lalu mengamini lagi. Demi dewa langit, tak apa jika hanya sebatang ! ia menghardik dirinya sendiri dalam hati. Ia ambil sebatang rokok sisaan yang ia sembunyikan di antara buku-buku itu. Ia menuju keluar, duduk di kursi plastik reyot di balkon rumahnya. Ia menyalakan korek, dibakarnya rokok itu dengan khidmat. Tembakau kering itu meletek seiring bersentuhan dengan api, lalu dihisapnya dalam-dalam. Ia mendesis, membiarkan asapnya masuk menjalar ke seluruh rongga paru-parunya. Nikmat, katanya. Lalu perlahan-lahan ia hembuskan asap yang sudah merasuki tubuhnya, berupa gumpalan yang menyerupai awan kecil. Sedikit demi sedikit, hingga keluar seutuhn...

CARA MENIKMATI LUKISAN ABSTRAK A LA PAMAN

CARA MENIKMATI LUKISAN ABSTRAK A LA PAMAN Oleh Sukindar Putera Entah seleraku yang payah atau bagaimana, sampai saat ini aku tak bisa menikmati lukisan abstrak sebagaimana yang paman lakukan. Sebetulnya aku sudah malas betul ke pameran semacam ini, tapi paman selalu memaksaku untuk menemaninya. Jadi apa boleh buat. Sesampainya kami di sini, seorang pria berpakaian flamboyan sedang memberikan sambutan yang membuatku ingin muntah. Kurasa apa yang disampaikannya sangat berlebihan, terlebih ketika ia mengatakan bahwa lukisan abstrak merupakan picisan jiwa sang pelukis. Astaga. Tapi rasa mual itu tak kutunjukkan, sebab tak enak jika paman melihat. Ia terlihat sangat begitu antusias. Lantas setelah sambutan yang menjijikan itu kami berkeliling untuk melihat-lihat. Paman tampak serius saat menatap setiap lukisan yang kami lalui. “Aku suka yang ini,” tiba-tiba paman berhenti di salah satu lukisan. “Lukisan ini berbeda dengan yang lainnya, seperti memiliki kekuatan yang ...